Pemerintah Hadiahkan Cek Kesehatan Gratis, Begini Cara Aksesnya

top-news

Masyarakat dapat mengakses program ini setiap tanggal ulang tahun.

“Skrining ini adalah hadiah ulang tahun dari negara kepada masyarakat, dilakukan setiap hari ulang tahun untuk memastikan kesehatan terpantau secara dini,” ujar Menteri Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (31/10).

Lebih lanjut, Juru Bicara Kantor Kepresidenan Dedek Prayudi mengatakan semua masyarakat dapat menikmati program cek kesehatan gratis.  Masyarakat tinggal menunjukkan kartu identitas diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.

Setelah itu, petugas akan melakukan verifikasi data sesuai data di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), untuk mengakses layanan kesehatan yang tersedia.

"Mudah caranya dan nilainya tidak sedikit apabila dibayar dengan kantong pribadi. Dapatkan hak, pertahankan pola hidup sehat agar tetap produktif dan makin sejahtera, demi masa depan keluarga dan bangsa," katanya.

Masyarakat yang memiliki smartphone bisa langsung mendapatkan tiket pemeriksaan gratis dengan mendaftarkan diri melalui aplikasi Satu Sehat Mobile. Sedangkan yang tidak memiliki smartphone bisa langsung datang ke fasilitas kesehatan terdekat.

Cek pemeriksaan kesehatan ini dibagi menjadi beberapa golongan usia. Berikut daftarnya :

1.       Balita

Hipotiroid kongenital

Penyakit jantung bawaan kritis

Hiperplasia adrenal kongenital

Defisiensi G6PD

Pertumbuhan

Perkembangan

Indera pendengaran

Indera penglihatan

Gigi dan mulut

Talasemia

Hepar

 

2.       Remaja

Indera pendengaran

Diabetes melitus

Indera penglihatan

Hipertensi

Gigi dan mulut

Paru-paru

Talasemia

Kesehatan jiwa

Anemia

Kebugaran

Obesitas

Hepar

 

3.       Dewasa (18-39 tahun)

Indera pendengaran

Indera penglihatan

Penyakit ginjal kronik

Paru-paru

Gigi dan mulut

Kesehatan jiwa

Obesitas

Kebugaran

Diabetes melitus

Kanker payudara

Hipertensi

Kanker leher rahim

Faktor risiko jantung stroke

Hepar

Osteoporosis

 

4.       Dewasa (40-59 tahun)

Indera pendengaran

Kolesterol

Indera penglihatan

Faktor risiko stroke

Gigi dan mulut

Faktor risiko jantung

Obesitas

Penyakit ginjal kronis

Diabetes melitus

Hipertensi

Paru-paru

Kesehatan jiwa

Kebugaran

Kanker payudara

Kanker leher rahim

Kanker usus

Hepar

Osteoporosis

 

5.       Lansia (60 tahun keatas)

Indera pendengaran

Indera penglihatan

Gigi dan mulut

Obesitas

Diabetes melitus

Hipertensi

Kolesterol

Faktor risiko stroke

Faktor risiko jantung

Penyakit ginjal kronis

Paru-paru

Kesehatan jiwa

Kebugaran

Kanker payudara

Kanker leher rahim

Kanker usus

Geriatri

Hepar

Osteoporosis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fnnmlychhg

Connecting You to Toba fnnmlychhg http://www.gjz28y158x42l10l6ucq741cf74l8ubws.org/ [url=http://www.gjz28y158x42l10l6ucq741cf74l8ubws.org/]ufnnmlychhg[/url] <a href="http://www.gjz28y158x42l10l6ucq741cf74l8ubws.org/">afnnmlychhg</a>